Sunday, August 31, 2008

sepatuku baru



poto dari depan



poto dari samping

hadiah yang bener-bener menyenangkan... dibuatin sepatu euy....

ahhh,,, pacar saya memang baik... ahahhaaa....

nyasar itu menyenangkan


waduk dari atas bukit

Pengalaman ini sebenarnya sudah terjadi beberapa bulan yang lalu. Saat itu saya dan pacar saya ingin berjalan-jalan ke suatu tempat, tetapi kami tidak mempunyai tempat tujuan. Setelah capek berputar-putar kota Jogja, motor pacar saya mengarah lurus ke arah barat. Kami melewati jalan godean, daerah Sleman, dan tanpa terasa kami sampai ke daerah Kulon Progo. Karena kami tidak begitu menguasai daerah tersebut, kami hanya mengandalkan feeling saja.

Setelah hampir setengah jam mengikuti jalan yang asing bagi kami tiba-tiba pacar saya mengusulkan untuk mengunjungi sebuah waduk di daerah tersebut. Nah, lagi-lagi kami tidak tahu jalan menuju tempat itu, kami pun hanya mengikuti jalan tanpa bertanya pada penduduk sekitar. Pada suatu persimpangan kami membaca sebuah plang yang bertuliskan ”Waduk Sermo 6 km”. Kami pun senang akhirnya menemukan sebuah titik terang. Kami mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh plang tersebut. Tapi kami terkejut saat melintasi sebuah plang kedua karena pada plang tersebut tertulis ”Waduk Sermo 9 km”. Nah lo...??? Saya jadi bingung, kenapa setelah melewati jalan yang seharusnya membuat kami lebih dekat ke tujuan malah membawa kami semakin jauh dari tempat tujuan. Dasar plang aneh...!!!

Akhirnya kami memutuskan untuk tetap mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh plang tersebut. Tapi kami malah tertarik saat melewati sebuah bukit yang sangat tinggi. Dari atas bukit itu kami dapat melihat waduk yang sebenarnya adalah tempat tujuan kami. Kami pun memutuskan untuk beristirahat di tempat itu sambil berpoto-poto. Tempat itu sangat sejuk dan indah. Tanpa terasa kabut sudah mulai turun, kami berniat untuk pulang ke Jogja. Kesotoy-an kami berlanjut. Kami tidak mengetahui jalan untuk pulang. Sama seperti ketika berangkat, kami hanya mengandalkan feeling saja. Kemudian saya ingat kata-kata orangtua saya, kalau bingung cari jalan yang ada markanya karena jalan itu akan membawa kita ke kota.

Ternyata semua benar....

Setelah kami mencari jalan yang ada markanya, kami menemukan kendaraan-kendaraan lainnya. Dan kami juga berhasil menemukan waduk yang awalnya merupakan tempat tujuan utama. Tapi karena hari sudah sore, kami memilih untuk pulang saja. Pengalaman hari itu tidak akan saya lupakan. Walaupun kami tidak sampai ke tempat tujuan tapi kami justru menemukan tempat lain yang menurut kami lebih menyenangkan. Jadi ........

Nyasar itu menyenangkan....!!!!


Monday, August 18, 2008

kisah sebuah ceret



Pada suatu sore tiba-tiba saya ingin menulis sesuatu tentang ceret. Sebuah benda aluminium yang imut. Kemudian saya berpikir betapa bergunanya benda itu bagi kehidupan (haiaahh….). Coba deh kita mikir kalau ga ada ceret, mesti ga bisa buat energen yang lezat, trus ga bisa buat teh anget yang yahud. Mungkin ada banyak cara untuk memanaskan air, misalnya dengan memakai panci, wajan, teflon juga bisa tapi apakah semua itu wajar untuk diliat??? Bayangin aja masak air pake teflon. (??)

Ceret….oh ceret…..

Tanpamu angkringan tak kan ada, tanpamu tak kan ada minuman hangat setiap pagi, tanpamu……… huhuhu….. jadi terharu……..

Sering kita liat sebuah ceret dibiarkan sampai usang, sampai kecantikannya ditutupi oleh arang yang pekat. Mungkin kalau si ceret bisa bicara, dia akan bilang “manusia sialan, masa badan eike kagak pernah dirawat siy…”

Ayo mulai sekarang kita lestarikan ceret-ceret di rumah kita!!!

Keberadaan mereka sangat dibutuhkan.

Marilah kita jaga ceret-ceret itu!!

Terimakasih.....


Sunday, August 10, 2008